AMAIPA.ORG

The Papuan Nature

What's Hot

Recent News

Subscribe to our newsletter for real-time updates on new articles, tips, and exclusive insights.

[contact-form-7 id="a4b0165" title="Contact form 1_copy"]

Just In

Business

- Advertisement -

Technology

Adat Istiadat Papua, Warisan Budaya yang Terus Hidup

Menjaga Akar Identitas Nusantara: Eksistensi Adat Istiadat Papua sebagai Fondasi Harmoni Kebangsaan Wamena – Sebagai bangsa yang berdiri di atas pilar kemajemukan, Indonesia memiliki kekayaan sosiokultural yang tak ternilai, di mana tanah Papua menjadi salah satu representasi paling autentik dari keteguhan warisan leluhur. Adat istiadat di Bumi Cenderawasih bukan sekadar rangkaian ritual seremonial, melainkan sebuah sistem […]

Perluasan Area “Mooring Buoy” untuk Lindungi Terumbu Karang Raja Ampat

Tekan Kerusakan Terumbu Karang, Raja Ampat Perluas Mooring dan Wajibkan Retribusi RAJA AMPAT, PAPUA BARAT DAYA, 21 Januari 2026 — Terumbu karang Raja Ampat yang menjadi penyangga utama kehidupan laut masih menghadapi tekanan dari meningkatnya aktivitas wisata bahari. Untuk menekan risiko kerusakan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) memasang Tambat Labuh/Mooring kapal wisata tahap […]

Gugatan Masyarakat Adat Boven Digoel Terkait Alih Fungsi Hutan

Masyarakat Adat Papua Ajukan Keberatan Atas Keputusan Menteri Kehutanan Merubah Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan   Pada tanggal 10 Februari 2026 lalu, 12 orang perwakilan masyarakat adat dari Boven Digoel dan Merauke Papua Selatan mengajukan Upaya administratif Keberatan atas Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 591 dan 430 Tahun 2025 yang merubah kawasan hutan menjadi bukan […]

Recent News

Adat Istiadat Papua, Warisan Budaya yang Terus Hidup

Menjaga Akar Identitas Nusantara: Eksistensi Adat Istiadat Papua sebagai Fondasi Harmoni Kebangsaan Wamena – Sebagai bangsa yang berdiri di atas pilar kemajemukan, Indonesia memiliki kekayaan sosiokultural yang tak ternilai, di mana tanah Papua menjadi salah satu representasi paling autentik dari keteguhan warisan leluhur. Adat istiadat di Bumi Cenderawasih bukan sekadar rangkaian ritual seremonial, melainkan sebuah sistem […]
Read more

Perluasan Area “Mooring Buoy” untuk Lindungi Terumbu Karang Raja Ampat

Tekan Kerusakan Terumbu Karang, Raja Ampat Perluas Mooring dan Wajibkan Retribusi RAJA AMPAT, PAPUA BARAT DAYA, 21 Januari 2026 — Terumbu karang Raja Ampat yang menjadi penyangga utama kehidupan laut masih menghadapi tekanan dari meningkatnya aktivitas wisata bahari. Untuk menekan risiko kerusakan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) memasang Tambat Labuh/Mooring kapal wisata tahap […]
Read more

Gugatan Masyarakat Adat Boven Digoel Terkait Alih Fungsi Hutan

Masyarakat Adat Papua Ajukan Keberatan Atas Keputusan Menteri Kehutanan Merubah Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan   Pada tanggal 10 Februari 2026 lalu, 12 orang perwakilan masyarakat adat dari Boven Digoel dan Merauke Papua Selatan mengajukan Upaya administratif Keberatan atas Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 591 dan 430 Tahun 2025 yang merubah kawasan hutan menjadi bukan […]
Read more

Transplantasi Terumbu Karang oleh TNI AU di Biak

Pangkodau III TNI AU Biak Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Ufuk Timur Pulau Biak Biak Numfor, 25 Januari 2026 – Pangkalan Komando Daerah Udara (Pangkodau) III TNI Angkatan Udara Biak melaksanakan kegiatan transplantasi terumbu karang di wilayah Ufuk Timur Pulau Biak, tepatnya di Pantai Inofi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan ini dilakukan untuk […]
Read more

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Transformasi Kampung Saporkren: Dari Pemburu Menjadi Penjaga Alam

Table of Content

Warga Saporkren kembangkan ekowisata dan waspadai nikel

Jakarta (ANTARA) – Warga Kampung Saporkren, Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mengembangkan ekowisata berbasis homestay dan pengamatan burung setelah meninggalkan praktik perburuan dan penebangan liar, sekaligus mewaspadai potensi dampak aktivitas tambang nikel terhadap lingkungan dan sektor pariwisata.

Melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (24/2), pemilik Homestay Warimpurem, Enggelina Dimara atau Mama Engge, dalam Pertemuan Mitra Koperasi Peningkatan Resiliensi Masyarakat Lokal melalui Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan yang digelar Yayasan EcoNusa, sebelum mendirikan homestay pada 2010, dia berburu burung untuk dijual guna memenuhi kebutuhan hidup. Setelah mendapat pendampingan konservasi, dia berhenti berburu dan beralih mengelola homestay.

Pengamatan burung (birdwatching) cenderawasih merupakan salah satu atraksi unggulan kegiatan ekowisata di Kampung Saporkren. Jika ada tamu yang ingin melakukan pengamatan burung, dia biasanya menghubungi warga lain yang menjadi pemandu.​​​​​​​

‎Di Saporkren, wisatawan dapat menyaksikan cenderawasih merah (Paradisaea rubra) dan cenderawasih wilson (Cicinnurus respublica), serta sedikitnya 102 jenis burung lain seperti julang papua, mambruk victoria, nuri, kakatua putih, dan kakatua raja. Satwa endemik lain seperti kuskus Waigeo juga masih ditemukan di hutan sekitar kampung.​​​​​​​

‎Perubahan serupa dialami Magareta Morin atau Mama Morin yang mendirikan Homestay Yenkankanes pada 2013. Sebelum membuka penginapan, suami Mama Morin adalah tukang senso, penebang kayu menggunakan gergaji mesin untuk mengambil kayu dari hutan.

Menurut dia, sejak mengelola homestay, aktivitas penebangan dihentikan dan keluarganya beralih mendukung pariwisata berbasis alam. Usaha homestay juga menggerakkan ekonomi warga melalui pembelian ikan dari nelayan dan sayuran dari kebun masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat mencatat kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai 42.150 kunjungan, meningkat dari 32.147 kunjungan pada 2024, dengan sekitar 87 persen merupakan wisatawan mancanegara.

Terkait pertambangan, dari lima konsesi tambang nikel yang sempat beroperasi di Raja Ampat, per 2025 tersisa satu perusahaan yang aktif, yakni PT Gag Nikel di Pulau Gag dengan luas konsesi sekitar 13.136 hektare. Empat izin lainnya telah dicabut pemerintah karena pertimbangan administratif dan dampak lingkungan.

‎”Ketika tambang ada, laut hancur. Kalau saya, mungkin besok sudah mati. Tapi anak cucu kita nanti bagaimana?” kata Mama Engge.​​​​​​​

Dia menilai aktivitas pertambangan berisiko menimbulkan sedimentasi yang menyebabkan kekeruhan laut, merusak terumbu karang, serta mengganggu populasi ikan yang menjadi sumber penghidupan nelayan dan daya tarik wisata.

administrator

admin@infopebinis.com http://amaipa.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Adat Istiadat Papua, Warisan Budaya yang Terus Hidup

Menjaga Akar Identitas Nusantara: Eksistensi Adat Istiadat Papua sebagai Fondasi Harmoni Kebangsaan Wamena – Sebagai bangsa yang berdiri di atas pilar kemajemukan, Indonesia memiliki kekayaan sosiokultural yang tak ternilai, di mana tanah Papua menjadi salah satu representasi paling autentik dari keteguhan warisan leluhur. Adat istiadat di Bumi Cenderawasih bukan sekadar rangkaian ritual seremonial, melainkan sebuah sistem […]

Perluasan Area “Mooring Buoy” untuk Lindungi Terumbu Karang Raja Ampat

Tekan Kerusakan Terumbu Karang, Raja Ampat Perluas Mooring dan Wajibkan Retribusi RAJA AMPAT, PAPUA BARAT DAYA, 21 Januari 2026 — Terumbu karang Raja Ampat yang menjadi penyangga utama kehidupan laut masih menghadapi tekanan dari meningkatnya aktivitas wisata bahari. Untuk menekan risiko kerusakan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) memasang Tambat Labuh/Mooring kapal wisata tahap […]

Gugatan Masyarakat Adat Boven Digoel Terkait Alih Fungsi Hutan

Masyarakat Adat Papua Ajukan Keberatan Atas Keputusan Menteri Kehutanan Merubah Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan   Pada tanggal 10 Februari 2026 lalu, 12 orang perwakilan masyarakat adat dari Boven Digoel dan Merauke Papua Selatan mengajukan Upaya administratif Keberatan atas Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 591 dan 430 Tahun 2025 yang merubah kawasan hutan menjadi bukan […]

Transplantasi Terumbu Karang oleh TNI AU di Biak

Pangkodau III TNI AU Biak Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Ufuk Timur Pulau Biak Biak Numfor, 25 Januari 2026 – Pangkalan Komando Daerah Udara (Pangkodau) III TNI Angkatan Udara Biak melaksanakan kegiatan transplantasi terumbu karang di wilayah Ufuk Timur Pulau Biak, tepatnya di Pantai Inofi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan ini dilakukan untuk […]

Upaya Mewujudkan “Indonesia ASRI” di Tanah Papua

Melihat upaya pemerintah mewujudkan Indonesia ASRI di Papua Jayapura (ANTARA) – Komitmen mewujudkan Indonesia aman, sehat, resik, indah (ASRI) di Papua terus diperkuat lewat kolaborasi pemerintah, pengelola fasilitas publik, dan komunitas lingkungan karena isu lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, tetapi juga pengelolaan sampah. Untuk itu, dalam menghadapi tantangan pelestarian hutan […]

Ikuti kami

©2026- All Right Reserved. Copyright by Amaipa.org