Transplantasi Terumbu Karang oleh TNI AU di Biak
AMAIPA adalah media independen yang berfokus pada isu lingkungan hidup di seluruh wilayah Tanah Papua. Kami bekerja dengan prinsip jurnalisme yang akurat, berimbang, mendalam, dan berpihak pada kelestarian lingkungan serta hak-hak masyarakat adat.
Redaksi AMAIPA berkomitmen menghadirkan liputan berbasis data, investigasi lapangan, serta suara akar rumput sebagai fondasi utama pemberitaan.
Pemimpin Redaksi
[Nama Lengkap]
Bertanggung jawab atas arah editorial, kebijakan pemberitaan, dan integritas jurnalistik AMAIPA.
Redaktur Pelaksana
[Nama Lengkap]
Mengkoordinasikan tim liputan, mengelola agenda pemberitaan, dan memastikan kualitas konten.
Redaktur Hutan & Keanekaragaman Hayati
[Nama Lengkap]
Redaktur Laut & Pesisir
[Nama Lengkap]
Redaktur Perubahan Iklim & Kebijakan
[Nama Lengkap]
Redaktur Masyarakat Adat & Sosial Ekologi
[Nama Lengkap]
Reporter Wilayah:
Papua
Papua Barat
Papua Tengah
Papua Selatan
Papua Pegunungan
Papua Barat Daya
Tim Infografis & Data
[Nama Lengkap]
Editor Bahasa & Verifikasi Fakta
[Nama Lengkap]
Tim IT & Pengembangan Platform
[Nama Lengkap]


administratorFebruari 27, 2026
Pangkodau III TNI AU Biak Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Ufuk Timur Pulau Biak

administratorFebruari 27, 2026
Melihat upaya pemerintah mewujudkan Indonesia ASRI di Papua Jayapura (ANTARA) – Komitmen mewujudkan Indonesia aman, sehat, resik, indah (ASRI) di Papua terus diperkuat lewat kolaborasi pemerintah, pengelola fasilitas publik, dan komunitas lingkungan karena isu lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, tetapi juga pengelolaan sampah. Untuk itu, dalam menghadapi tantangan pelestarian hutan serta pengelolaan sampah yang kompleks akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, maka dibutuhkan kolaborasi yang kuat. Sampah berasal dari aktivitas manusia, penyelesaiannya membutuhkan perubahan perilaku kolektif. Karena tanpa sistem yang kuat dan perubahan perilaku masyarakat, maka persoalan sampah berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang […]

administratorFebruari 27, 2026
Warga Saporkren kembangkan ekowisata dan waspadai nikel Jakarta (ANTARA) – Warga Kampung Saporkren, Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mengembangkan ekowisata berbasis homestay dan pengamatan burung setelah meninggalkan praktik perburuan dan penebangan liar, sekaligus mewaspadai potensi dampak aktivitas tambang nikel terhadap lingkungan dan sektor pariwisata. Melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (24/2), pemilik Homestay Warimpurem, Enggelina Dimara atau Mama Engge, dalam Pertemuan Mitra Koperasi Peningkatan Resiliensi Masyarakat Lokal melalui Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan yang digelar Yayasan EcoNusa, sebelum mendirikan homestay pada 2010, dia berburu burung untuk dijual guna memenuhi kebutuhan hidup. Setelah mendapat pendampingan konservasi, dia berhenti berburu dan beralih mengelola homestay. […]